"Menggapai harapan setinggi gunung dengan berfikir seluas samudera"

Jumat, 02 November 2012

Jalan-jalan ke Teluk Bandealit Sisi Timur (Spot Mancing)


Jalan-jalan kali ini bisa dibilang bikin deg-degan, capek, dan banyak hal yang diluar dugaan. Bermula dari gagalnya berangkat di pagi hari karena keterlambatan kedatangan saya (Indramayu - Lumajang) yang saya tempuh 24 jam karena mobil mogok sehingga saya tiba di rumah pada malam hari tepatnya Maghrib. Sebelum kedatangan saya di rumah, beberapa teman dan saudara sudah saya hubungi kalau saya bakalan datang malam, sehingga kami memutuskan untuk dibagi menjadi 2 grup. Grup pertama (6 orang) pastinya berangkat lebih awal di siang hari dan grup kedua (6 orang) menunggu kedatangan saya. Grup kedua yaitu rombongan saya berangkat setengah 9 malam tanggal 26 Oktober 2012, dengan dengan menggunakan 3 motor. Yang kami khawatirkan adalah salah satu motor temen saya yang butut (Yamaha Deluxe "80) akan dibuat naik gunung dengan kondisi medan offroad yang memang medan ini dah sangat familier bagi saya dah lebih dari 4 kali saya melalui jalan Taman Nasional Meru Betiri wilayah Jember. Karena tekad dia pengen ikut, kami tidak bisa melarang. Modal bismillah dan beberapa peralatan bengkel, serta tali temali kami bawa. Hanya 2 jam jalan aspal yang bagus kami lewati, tepatnya saat memasuki wilayah Taman Nasional jalanan mulai berbatu, bergelombang dan benar-benar mewarnai perjalanan kami. Yang saya khawatirkan akhirnya terjadi, motor temen tadi gak kuat nanjak dan alhasil harus saya katrol dengan motorku. Gelap gulita tidak memadamkan niat kami menuju tujuan. Saat jalanan mulai turun, baru tali buat narik saya putus dan tinggal mengandalkan rem atau enginebreak saja. Masih ada lagi masalah baru!! apes apes... gara-garanya motor butut tadi remnya blong dan alhasil saat jalan turun tidak bisa dikendalikan dan akhirnya breggg!!!! 2 orang temenku nyungsep di semak-semak lereng Blok Krecek, alhamdulillah tidak apa-apa dan masih sempat membelokkan arah sehingga terhindar dari batu besar. Agak lama kami renungkan, apa dilajutkan perjalanan ini atau kembali dan akhirnya kami memutuskan untuk melanjutkan dengan lebih berhati-hati walaupun rem salah satu motor ada yang blong. Pukul 00.30 kami sampai di perkampungan terakhir, dan kami titipkan motor disana. Dengan modal HT saya menghubungi rombongan pertama namun tidak dapat terhubung. Sambil jalan menyusuri pantai Bandelait, beberapa panggilan kami lakukan "Bluzzcom" masuk!! namun masih saja belum ada jawaban hingga akhirnya saat kami melalui track batuan karang dan tebing baru terhubung dengan grup pertama. Komunikasi masih belum begitu lancar dan seringnya terputus. Track kali ini memang berat, hampir semua track bikin kami lompat serta memanjat tebing dan karang. Kondisi gelap memang bikin gerak kami agak lambat. Kami berhenti pukul 3 pagi, untuk istirahat. Gak sempat buka tenda, cukup matras kami taruh di atas bebatuan yang lumayan lapang. Jam setengah 6 kami lanjutkan, hingga jam 7 pagi kami tiba di lokasi. Dan... sial!!!! kami tidak bertemu dengan rombongan lainnya padahal bekal dan peralatan mancing ada di mereka. Kemungkinan mereka merubah arah tanpa pemberitahuan ke kami. Sudah capek, lemes, dan tidak ada makan lagi. Hanya modal 2 pancing kami dapat 2 ikan, dan karena tidak ada spare pancing ya sudah kami tidak bisa melanjutkan mancing lagi gara-gara pancing putus kena karang.

Camping ground dadakan

spot mancing Teluk Bandealit Sisi Timur


Bluzzcom @Bandealit
 
Setelah 2 jam an di Teluk Bandealit Sisi Timur (tidak jauh dari pantai Manong / Manongan) ini, kami memutuskan untuk kembali namun mengingat kondisi jalan yang berat dan fisik lemah kami harus cari solusi lain. Perahu nelayan pun solusi itu! dengan teriak-teriak, akhirnya perahu pun menghampiri. bla bla bla... rayuan dan nego akhirnya deal 100 rb kami di antar ke sisi Barat Teluk Bandealit yang jaraknya mungkin 4-5 km dari lokasi ini. Tidak lama mungkin 15 menit kami pun sampai, dan sungguh lega ketemu pasir. Kami masih harus berjalan menyusuri pantai sejauh 2 km untuk menuju ke perkampungan dan berharap dapat bertemu dengan rombongan pertama. Dan ternyata betul, rombongan pertama memang mengurungkan niat ke tempat tujuan  yang kami rencanakan sebelumnya dengan alasan saran dari penduduk setempat karena track yang berbahaya dan sering mamakan korban. Sore hari kami pulang namun masih ada kejadian apes dari motor yang blong, motor lain rantainya putus, ban bocor dan belt vario yang hangus. Alhamdulillah kami semua dapat kembali ke rumah masing-masing dalam keadaan selamat. Ini ceritanya miss komunikasi!! Kami sadar bahwa di tiap perjalanan pasti ada cerita yang berbeda dan jangan lupa Komunikasi itu penting. Tidak ada penyesalan terhadap sesuatu perjalanan yang kami lakukan karena kami suka mbluzzuk. #Bluzzukan Community. Saya pribadi bisa dikatakan sudah mengkhatamkan Teluk Bandealit ini setelah 3x kemari, namun masih saja ada kerinduan untuk kembali menyusuri sisi-sisi lain di Taman Nasional Meru Betiri ini.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar