"Menggapai harapan setinggi gunung dengan berfikir seluas samudera"

Selasa, 05 Februari 2013

Jalan-jalan ke Pantai Indrayanti - Gunung Kidul (Yogyakarta)



Pantai Indrayanti pertama kali kudengar dari postingan di kaskus dan beberapa blog yang belakangan ini ramai dibicarakan. Pantai Indrayanti merupakan sebagian wilayah pantai selatan yang berlokasi di kabupaten Gunung Kidul provinsi DI Yogyakarta, mungkin nama-nama lain yang lebih familier seperti pantai Baron, Sundak, Sepanjang, Krakal, Drini, Nagndong, Kukup dll. Bisa dikatakan Pantai Indrayanti adalah pantai paling ujung jika dari arah Yogyakarta yang artinya berada di hampir yang paling timur diantara pantai-pantai lain yang dimiliki Gunung Kidul. Rencana dadakan kami untuk kesana akhirnya deal juga. Siang hari tanggal 2 Pebruari 2013, kami berempat berangkat dari Yogyakarta dengan mengendarai mobil pribadi melewati Dlingu (jalur tengah). Perjalanan mulai terasa mengasyikan saat memasuki kabupaten Gunung Kidul, kita akan disuguhi jalanan khas pegunungan yang rata-rata sempit dan naik turun yang tajam. Kebetulan keberangkatan kali ini saya yang nyetir jadi para penumpang banyak yang protes karena terlalu kencang, hehehe. Vegetasi tanaman khas pegunungan pantai yang gersang yaitu jati, kelapa  dan pete menemani sepanjang perjalanan. Kondisi perkampungan masih begitu sepi dan bahkan beberapa daerah memang masih gunung tidak ada perkampungan sama sekali. Untuk menuju ke pantai ini membutuhkan waktu 2 jam jika dari kota Yogyakarta. Sebelum sampai di pantai Indrayanti kami melewati beberapa pantai lain seperti Baron, Sundak, Kukup dll. Diantara pantai lainnya, kelihatannya pantai Indrayanti yang paling rame kemungkinan karena pantai ini masih baru dibuka dan tidak selama pantai-pantai lain. Parkiran disini cukup luas, bahkan banyak sekali bus-bus pariwisata ukuran besar. Sekilas pantai ini mirip pantai Kuta Bali namun memang pasirnya tidak sepanjang pantai Kuta dan ombaknya kurang cocok untuk surfing. Pasirnya bersih, airnya jernih itu penilaian awal saya saat berjalan di tepi pantai ini. Rata-rata pantai Gunung Kidul ini memiliki tebing dan ada semacam pulau di ujung pantainya seperti Tanah Lot Bali. Yang harus menjadi perhatian pengujung adalah ombak dan arus yang kencang, sangat membahayakan bagi anak kecil yang bermain tanpa kawalan orang tuanya, meskipun disini sudah ada penjaga pantainya yang selalu siaga. Disini juga ada persewaan motor speedboad jika ada yang berminat. Tak kalah pentingnya, kita harus mencoba kuliner pantai ini. Sepanjang pantai ini tempat makan tersedia menu sea food dan kelapa muda pastinya. Untuk penginapan juga tersedia tapi memang sekilas masih sederhana tidak seperti di Bali dan Pangandaran. 

Cukup tidak lebih dari 2 jam disini dan kami harus kembali ke Yogyakarta. Jalan pulang berbeda saat keberangkatan kami yaitu kami lewat jalur selatan yang artinya melewati pantai Parangtritis. Ternyata lebih mudah dilalui karena jalannya jauh lebih lebar dan lebih landai. Jalan-jalan kali ini cukup berkesan namun sayang belum sempat ke Goa Pindul, lain kali dah kesini lagi...










Tidak ada komentar:

Poskan Komentar